Ming. Nov 27th, 2022

Jakarta, Kanaldata 2022 –Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis kinerja lembaga penegak hukum serta masalah hukum terkini, termasuk kasus pembunuhan Brigadir Yosua. Dari survei tersebut, terungkap mayoritas responden ingin otak kasus pembunuhan Brigadir Yosua, Ferdy Sambo, dihukum mati.

Salah satu pertanyaan di survei LSI adalah mengenai hukuman apa yang pantas dijatuhkan kepada Irjen Ferdy Sambo jika terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J). Mayoritas responden menginginkan Ferdy Sambo dihukum mati.

Survei ini dilakukan pada 13-21 Agustus 2022. Populasi survei adalah warga Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum.

Survei dilakukan dengan multistage random sampling terhadap 1.220 responden. Margin of error dari ukuran sampel tersebut sebesar +/- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95% (dengan asumsi simple random sampling).

Pada survei ini ditanyakan apakah hukuman yang pantas dijatuhkan kepada Irjen Ferdy Sambo.

Pertanyaan:

Jika Ferdy Sambo terbukti sebagai otak/dalang pembunuhan Brigadir J sekaligus merekayasa peristiwa tewasnya Brigadir J tersebut, menurut Ibu/Bapak hukuman apa yang paling pantas dijatuhkan kepada Irjen Ferdy Sambo?

Hasil survei:

– Penjara 20 tahun: 5%
– Penjara seumur hidup: 36,8%
– Hukuman mati: 50,3%
– Lainnya: 1,2%
– Tidak tahu atau tidak menjawab: 6,7%

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan bahwa mayoritas responden menginginkan Sambo dihukum mati dan penjara seumur hidup. Hal itu, menurut dia, masyarakat memang ingin Sambo dihukum seberat-beratnya.

“50 persen mengatakan hukuman mati, 37 persen penjara seumur hidup. Jadi masyarakat memang mengatakan harus dihukum seberat-bertanya,” kata Djayadi dalam pemaparan hasil survei di YouTube LSI, Rabu (31/8/2022).

Hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan bahwa 50,3 persen responden menjawab Ferdy Sambo dihukum mati dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Selanjutnya Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan sebagian besar masyarakat menginginkan Ferdy Sambo dijatuhi hukuman yang seberat-beratnya atas pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Kemudian, sebanyak 37 persen dari yang mengetahui kasus Brigadir J menjawab ingin hukuman penjara seumur hidup dijatuhi kepada pelaku.

Diungkap “Jadi masyarakat kira-kira menyatakan harus dihukum seberat-beratnya,” kata Djayadi dalam siaran daring YouTube Lembaga Survei Indonesia dipantau di Jakarta, Rabu (31/8/2022).

Sementara itu, 77,1 persen responden mengaku mengikuti jalannya kasus Brigadir J yang membetot perhatian publik tersebut. Lebih lanjut, sebanyak 67 persen responden di antara yang mengetahui kasus tersebut menyatakan percaya bahwa kepolisian akan menuntaskan kasus kematian Brigadir J.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa kepolisan akan mengusut tuntas kasus Brigadir J secara objektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan dengan pembuktian ilmiah.

Selain itu, sebanyak 72,6 masyarakat juga tahu secara umum bahwa Presiden Joko Widodo memberi perhatian khusus agar kasus Brigadir J dituntaskan. Serta, kata Djayadi, sejalan dengan itu masyarakat setuju atau percaya dengan pernyataan presiden tersebut.

“Jadi ada dukungan dari masyarakat terhadap Kapolri maupun terhadap Presiden untuk memerintahkan ke Polri untuk menuntaskan kasus ini secara betul-betul tuntas,” tutur Djayadi.

Selanjutnya, sebanyak 50,5 persen responden mengetahui dibentuknya tim khusus (Timsus) oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk mengusut kasus tersebut, sedangkan 49,5 persen tidak mengetahuinya. Di antara yang mengetahui itu, kata Djayadi, sebagian besar responden yakni 65,3 persen percaya bahwa Timsus akan membantu Kapolri di dalam menuntaskan kasus tewasnya Brigadir J secara objektif dan transparan.

Djayadi mengatakan bahwa responden juga ditanyakan terkait cerita versi tewasnya Brigadir J. Hasilnya, lebih banyak mayoritas masyarakat yang percaya cerita versi Polri secara umum ketimbang versi yang diungkapkan tersangka.

“Hanya 17 persen masyarakat yang percaya kepada cerita versi dari tersangka utama dalam kasus ini. Dengan kata lain, sekali lagi kita bisa mengatakan dukungan masyarakat itu lebih tertuju kepada langkah-langkah polisi yang sedang dilakukan,” ujarnya.

Survei dari LSI pada 13 hingga 21 Agustus 2022 ini dilakukan dengan populasi survei yang terdiri atas warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilu, yakni mereka yang berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling yang diikuti sebanyak 1.200 responden.

Wawancara dilakukan secara tatap muka, dengan margin of error sekitar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dari LSI pada 13 hingga 21 Agustus 2022 ini dilakukan dengan populasi survei yang terdiri atas warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilu, yakni mereka yang berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling yang diikuti sebanyak 1.200 responden. Wawancara dilakukan secara tatap muka, dengan margin of error sekitar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.(Kang H)

(Visited 1 times, 1 visits today)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »