Beranda » Studi Google Trends: Prediksi Pemilu 2024

Studi Google Trends: Prediksi Pemilu 2024

grafik-perbandingan-google-trends-3-capres-dalam-30-hari-terakhir_169

 Studi Google Trends: Prediksi Pemilu dan Tantangan pada Pilpres 2019 dan 2024

JAKARTA,Kanaldata.Com 2024 – Sebuah penelitian berjudul ‘Predicting the Results of the 2019 Indonesian Presidential Election with Google Trends Analysis of Accuracy, Precision, and Its Opportunity,’ yang dilakukan oleh Ali Ar Harkan dan Eriyanto dari Universitas Indonesia pada tahun 2021, menyoroti potensi Google Trends dalam memprakirakan kemenangan di pemilu. Menggunakan data Google Trends pada Pemilu Presiden 2019, penelitian tersebut mencakup pencarian terhadap dua calon presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun Google Trends memiliki akurasi dan presisi rendah dalam memprediksi pilihan politik pemilih Indonesia berdasarkan data real count Pilpres 2019, fitur ini memiliki potensi jika ditambahkan dengan analisis sentimen yang lebih representatif dan fitur indeks pencarian untuk setiap aktivitas pencarian pengguna. Penelitian juga menemukan bahwa pada Pilpres 2024, data Google Trends hingga 30 Januari menunjukkan keunggulan bagi capres nomor urut 1 Anies Baswedan. Grafik perbandingan dalam 30 dan 90 hari terakhir menunjukkan dominasi Anies Baswedan terhadap capres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo. Meski demikian, penelitian menegaskan bahwa Google Trends memiliki keterbatasan dalam memprediksi kemenangan pasangan calon di Pilpres. Pada Pemilu 2019, studi ini mengungkap bahwa Google Trends hanya memprediksi secara akurat kemenangan paslon nomor urut 1 (Jokowi-Ma’ruf Amin) di 12 provinsi dari keseluruhan 34 wilayah. Para peneliti, Ali Ar Harkan dan Eriyanto, menyarankan agar Google Trends mengembangkan fitur yang menganalisis sentimen dari aktivitas pencarian untuk meningkatkan akurasi prediksi. Mereka juga menekankan perlunya mengembangkan fitur yang menangkap volume pencarian yang lebih mewakili satu individu guna menghindari penghitungan ganda.

Tinggalkan Balasan