Beranda » Revolusi Internet Indonesia: Satria-1 Menjadi Tonggak Sejarah Pemerataan Digital di Nusantara

Revolusi Internet Indonesia: Satria-1 Menjadi Tonggak Sejarah Pemerataan Digital di Nusantara

Screenshot_20240113-072025


Jakarta, Kanaldata.Com 2024 – Pada bulan Juni 2023, pemerintah Republik Indonesia mempersembahkan tonggak sejarah baru dalam dunia teknologi satelit dengan peluncuran Satria-1, satelit terbesar di Asia. Dikemas dengan teknologi terkini, Satria-1 diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan layanan internet, tetapi juga membuka pintu bagi kemajuan di sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik di seluruh pelosok negeri.
Keajaiban Teknologi Terbaru
Satria-1, dengan ketinggian sekitar 6,5 meter, menjadi pionir dalam mendukung kecepatan internet luar biasa sebesar 150 Gbps. Dosen Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, Asif Ali Zamzami, SST MSc, dari Fakultas Teknik Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga, menjelaskan bagaimana satelit ini bukan hanya sebuah alat komunikasi, tetapi juga sebuah keajaiban teknologi yang mempersembahkan solusi bagi ketidaksetaraan akses internet di Indonesia.
Mencapai Wilayah Timur dan Terpencil
Salah satu pencapaian luar biasa dari Satria-1 adalah titik orbitnya di wilayah timur Indonesia, di atas Pulau Papua, dengan ketinggian lebih dari 36 ribu km di atas permukaan Bumi. Pemilihan orbit 146ᵒ Bujur Timur membuktikan keseriusan pemerintah dalam memeratakan akses teknologi di seluruh nusantara. Untuk memaksimalkan kinerja, didirikan 11 lokasi stasiun titik pemancar dan penerima informasi dari satelit, termasuk pusat kendali utama di Cikarang dan pusat kendali cadangan di Banjarbaru.
Manfaat Luas Bagi Masyarakat
Dalam wawancara, Asif Ali Zamzami memberikan pandangan positif terhadap penggunaan Satria-1. Satelit ini bukan hanya menjadi jawaban untuk memfasilitasi alat komunikasi di daerah terpencil, tetapi juga dinilai lebih efektif daripada membangun Base Transceiver Station (BTS) dengan area terbatas. Komunikasi nirkabel antara perangkat dan jaringan operator dapat diterapkan dengan lebih mudah, bahkan di daerah yang sulit dijangkau seperti Papua.
Masa Pakai yang Efisien
Aspek lain yang patut dicatat adalah masa pakai Satria-1 yang mencapai 15 tahun. Meskipun biaya pembuatannya besar, Asif Ali Zamzami menegaskan bahwa manfaat jangka panjangnya membuat investasi ini menjadi efisien. Pembuatan satelit yang dapat beroperasi selama 15 tahun memberikan jaminan akan kelangsungan layanan internet yang konsisten, memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.
Satria-1, sebuah langkah monumental bagi Indonesia menuju konektivitas digital merata. Sebuah bukti nyata bahwa inovasi teknologi dapat menjadi kekuatan pendorong perubahan sosial dan ekonomi di negeri ini.

Tinggalkan Balasan