Beranda » Presiden Joko Widodo (Jokowi) Mengklaim Pendapatan Per Kapita Indonesia US$ 25 Ribu Tahun 2045

Presiden Joko Widodo (Jokowi) Mengklaim Pendapatan Per Kapita Indonesia US$ 25 Ribu Tahun 2045

jokowe

jakarta, KanalData.Com 2023 -Agar Indonesia dapat menjadi negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045, peningkatan pendapatan per kapita harus dilakukan secara berkelanjutan.

Joko Widodo menyatakan dalam Pidato Kenegaraan di Ruang Sidang Paripurna Gedung DPR/MPR bahwa dalam 10 tahun, lompatannya bisa dua kali lipat lebih, dimana fondasi untuk mencapai itu semua sudah kita mulai, pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang pada akhirnya menaikkan daya saing kita.

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim bahwa pendapatan per kapita Indonesia dapat mencapai US$ 25 ribu dalam 22 tahun ke depan, atau pada tahun 2045. Dalam 10 tahun, itu dapat mencapai Rp 153 juta (US$ 10.900), dan dalam 15 tahun, itu dapat mencapai Rp 217 juta (US$ 15.800).

Agar Indonesia dapat menjadi negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045, peningkatan pendapatan per kapita harus dilakukan secara berkelanjutan.

Joko Widodo menyatakan dalam Pidato Kenegaraan di Ruang Sidang Paripurna Gedung DPR/MPR bahwa dalam 10 tahun, lompatannya bisa dua kali lipat lebih, dimana fondasi untuk mencapai itu semua sudah kita mulai, pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang pada akhirnya menaikkan daya saing kita.

“Dalam 10 tahun, lompatannya bisa dua kali lipat lebih, dimana fondasi untuk menggapai itu semua sudah kita mulai, pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang pada akhirnya menaikkan daya saing kita,” ucap Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraan di Ruang Sidang Paripurna, Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2023).

Mengutip data International Institute for Management Development (IMD), daya saing Indonesia di tahun 2022 naik dari rangking 44 menjadi 34. Joko Widodo mengatakan kenaikan ini merupakan yang tertinggi di dunia. Saat ini, pemerintah terus melakukan pembangunan dari desa pinggiran dan daerah terluar agar meningkatkan pemerataan sumber pertumbuhan ekonomi.

“Pada akhirnya memeratakan ekonomi kita dengan dana desa yang digelontorkan. Total mencapai Rp 539 triliun dari tahun 2015 sampai 2023,” kata dia.

Konsistensi reformasi struktural terutama penyederhanaan regulasi, kemudahan perizinan, kepastian hukum dan pencegahan korupsi. Presiden mengatakan  semua  hal itu menjadi modalitas  untuk meraih kemajuan. Oleh karena itu  kepemimpinan kedepan sangat menentukan masa depan Indonesia.

“Ini bukan tentang siapa yang jadi presidennya. Bukan bukan itu. Tapi apakah sanggup atau tidak? Untuk bekerja sesuai dengan apa yang sudah dimulai saat ini. Apakah Berani atau tidak? Mampu konsisten atau tidak? Karena yang dibutuhkan itu adalah nafas yang panjang karena kita tidak sedang jalan-jalan sore. Kita juga tidak sedang lari sprint tapi yang kita lakukan harusnya adalah lari marathon untuk mencapai Indonesia Emas,” tutur Joko Widodo.

Kepemimpinan Indonesia menjadi hal penting untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, karena tantangan kedepan tidak mudah. Pilihan kebijakan akan semakin sulit sehingga dibutuhkan keberanian, dibutuhkan kepercayaan untuk mengambil keputusan yang sulit dan tidak populer.

“Oleh sebab itu menurut saya, pemimpin itu harus punya public trust karena kepercayaan adalah salah satu faktor penentu. Bisa berjalan atau tidaknya suatu kebijakan, bisa diikuti atau tidaknya sebuah keputusan. Ini adalah modal politik dalam memimpin sebuah bangsa. Selain itu seorang pemimpin juga membutuhkan dukungan dan kerjasama dari seluruh komponen bangsa,” Paparnya Joko Widodo


Klaim Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa pendapatan per kapita Indonesia dapat mencapai US$ 25 ribu dalam 22 tahun ke depan, atau pada tahun 2045, adalah target yang ambisius. Namun, target tersebut bukan tidak mungkin untuk dicapai.

Ada beberapa faktor yang dapat mendukung target tersebut. Pertama, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar, yaitu sekitar 270 juta orang. Jumlah penduduk yang besar ini dapat menjadi pasar yang besar bagi produk dan jasa. Kedua, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, yaitu minyak bumi, gas alam, batu bara, dan mineral lainnya. Sumber daya alam ini dapat menjadi sumber pendapatan bagi negara dan dapat digunakan untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur dan pendidikan. Ketiga, Indonesia memiliki posisi yang strategis di Asia Tenggara, yaitu berada di jalur perdagangan utama antara Asia dan Eropa. Posisi yang strategis ini dapat menarik investasi asing ke Indonesia.

Untuk mencapai target pendapatan per kapita US$ 25 ribu, Indonesia perlu melakukan beberapa langkah. Pertama, Indonesia perlu meningkatkan kualitas pendidikan. Pendidikan yang berkualitas dapat menghasilkan sumber daya manusia yang produktif dan inovatif. Kedua, Indonesia perlu meningkatkan kualitas infrastruktur. Infrastruktur yang baik dapat mendukung kegiatan perekonomian dan dapat menarik investasi asing. Ketiga, Indonesia perlu menciptakan iklim investasi yang kondusif. Iklim investasi yang kondusif dapat menarik investasi asing dan dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Jika Indonesia dapat melakukan langkah-langkah tersebut, maka target pendapatan per kapita US$ 25 ribu pada tahun 2045 dapat dicapai.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan pendapatan per kapita Indonesia:

  • Meningkatkan kualitas pendidikan
  • Meningkatkan kualitas infrastruktur
  • Menciptakan iklim investasi yang kondusif
  • Meningkatkan produktivitas
  • Meningkatkan daya saing
  • Meningkatkan efisiensi
  • Meningkatkan inovasi

Dengan melakukan hal-hal tersebut, Indonesia dapat menjadi negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045.@KanalData 

Tinggalkan Balasan