Beranda » NBRI Adakan Workshop “Advanced Material Processing Battery Technology” di ILSC Serpong

NBRI Adakan Workshop “Advanced Material Processing Battery Technology” di ILSC Serpong

20240521_093727

Serpong, KanalData.Com 2024 – National Battery Research Institute (NBRI) dengan bangga menyelenggarakan workshop bertajuk “Advanced Material Processing Battery Technology” yang bertempat di Ruang Seminar, Indonesia Life Science Centre (ILSC), Serpong. Acara ini diadakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan penguasaan teknologi pemrosesan material baterai, khususnya baterai lithium, yang memiliki peran vital dalam berbagai perangkat elektronik modern seperti handphone, mobil dan motor listrik, serta lampu darurat.
Workshop ini merupakan upaya nyata untuk mempersiapkan Indonesia sebagai produsen baterai electric vehicle (EV) tingkat dunia. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Evvy Kartini, Founder NBRI, menegaskan bahwa kepemilikan sumber daya nikel terbesar di dunia tidak akan berarti tanpa kemampuan teknologi untuk mengolahnya. “Untuk menjadi produsen, kita harus menguasai teknologinya. Walaupun kita memiliki tambang nikel yang melimpah, tanpa teknologi untuk mengolahnya menjadi produk bernilai tambah, hal itu tidak akan berguna,” ujar Prof. Evvy.
Acara workshop ini dimulai dengan penyampaian materi yang komprehensif tentang teknologi pemrosesan material baterai. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk memahami lebih dalam tentang proses-proses kritis dalam produksi baterai, termasuk teknologi untuk memproses limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), yang kemudian diproses menjadi nikel sulfat sebagai komponen prekursor baterai listrik. Prof. Evvy menjelaskan bahwa teknologi ini sangat diperlukan untuk mendukung industri baterai EV di Indonesia.
Selain aspek teknologi, Prof. Evvy juga menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia yang mampu menguasai dan mengimplementasikan teknologi dengan baik dan benar. “Alih fungsi teknologi memerlukan peningkatan kualitas manusia yang mampu menguasai teknologi dengan baik, benar, dan tepat,” katanya.
Workshop ini bukan hanya sekedar sesi ceramah, tetapi juga melibatkan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para peserta dapat berdiskusi langsung dengan para ahli. Selain itu, sesi percobaan memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat dan mencoba langsung berbagai proses pemrosesan material baterai.
Devy Tri Nurmala, Head of Commercial Marketing dari PT. Merck Chemicals and Life Science Indonesia, juga turut hadir dan berbagi pengalaman tentang kontribusi Merck dalam industri baterai. Merck, yang telah berdiri selama 350 tahun secara global dan hadir di Indonesia sejak tahun 1970, memiliki keahlian dan pengetahuan luas dalam bidang life sciences dan material sains. “Kami memiliki pengalaman dan pengetahuan yang mendalam, serta kapabilitas dalam pengembangan ekosistem baterai,” ujar Devy. Dia menambahkan bahwa Merck memiliki solusi rangkaian produk dari hulu hingga hilir untuk pengembangan industri baterai di Indonesia.
Acara ini juga dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk dari perusahaan swasta, konsultan serta perwakilan dari Kementerian Maritim dan Investasi. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif ini dan pentingnya kolaborasi antara industri, akademisi, dan pemerintah dalam memajukan teknologi baterai di Indonesia.
Di akhir sesi, Prof. Evvy menyoroti pentingnya regulasi yang mendukung pengolahan nikel menjadi produk bernilai tambah, serta target ambisius Indonesia salah satunya untuk memproduksi 13 juta kendaraan listrik roda dua. “Dengan regulasi yang tepat dan dukungan dari semua pihak, kita bisa mencapai target ini dan membawa Indonesia menjadi pemain utama dalam industri baterai EV global,” tutupnya.
Workshop ini merupakan bagian dari komitmen NBRI untuk terus berkontribusi dalam pengembangan teknologi dan sumber daya manusia di Indonesia. Dengan adanya workshop ini, diharapkan para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mendukung pengembangan industri baterai di Indonesia dan meningkatkan daya saing bangsa di kancah internasional

Tinggalkan Balasan