Beranda » Menggenjot Produktifitas Industri Sawit dengan Teknologi Artificial Intelligence

Menggenjot Produktifitas Industri Sawit dengan Teknologi Artificial Intelligence

news_1624329864 (1)

Jakarta, KanalData.Com 2023 -Kepala Organisasi Riset Pertanian & Pangan BRIN, Puji Lestari menyebutkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong riset dan inovasi sebagai upaya mendukung peningkatan produktivitas sawit Nasional.

Salah satu riset penting terkait sawit adalah terkait bibit unggul, pemupukan, kesuburan tanah hingga pengendalian hama penyakit. Selain itu pemanfaatan integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) bisa digunakan untuk analisis perkembangan kebun sawit.

Seperti apa riset dan dan teknologi yang bisa digunakan untuk mendorong produksi sawit? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Kepala Organisasi Riset Pertanian & Pangan BRIN, Puji Lestari serta Menteri Pertanian 2004-2009, Anton Apriyantono dan Kepala Pusat Studi Sawit IPB, Budi Mulyanto dalam Sawit Week

Indonesia menguasai 58 persen pangsa pasar sawit dunia.

Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) periode 2012-2020, Derom Bangun mengatakan, produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia berkisar 44 juta hingga 49 juta ton. “Produksi sawit Indonesia sudah naik sejak tahun 1980-an. Kemudian meningkat lebih tajam di dekade 1990-an dan dekade 2.000-an. Pada 2006 sudah menyamai produksi CPO Malaysia,” katanya, dikutip medcom.id

Dia menjelaskan, di masa depan, industri sawit akan memasuki era digitalisasi, yakni industri sawit 4.0. Hal itu berupa peningkatan produktivitas, bibit bermutu, serta digitalisasi operasional perkebunan dan industri sawit. “Digitalisasi meningkatkan efisiensi sekaligus menyesuaikan cara-cara new normal dalam masa pandemi. Berbagai kegiatan seperti pembibitan, pemupukan, panen, dan pengangkutan, dapat diefisienkan dengan cara digitalisasi,” jelasnya

Dia lantas mengungkap bibit DxP PPKS 540 dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit yang diklaim dapat memproduksi tandan buah segar (TBS) hingga 35 ton per hektar dan CPO 10 ton per hektar. “Jika 70 persen dari 16,38 juta hektar luas areal perkebunan sawit Indonesia menggunakan bibit sawit tersebut, maka total produksi CPO Indonesia bisa mencapai 100,9 juta ton per tahun. Ini suatu capaian yang kita yakini dapat diperoleh di masa depan dengan digitalisasi,” katanya.

Chief Executive Officer (CEO) Esri Indonesia, Achmad Istamar menambahkan, terkait penerapan digitalisasi, industri sawit bisa menerapkan teknologi GeoAI dalam sektor pertanian. Menurutnya, teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tersebut secara presisi dapat memonitor tanaman, kandungan nitrogen, dan kadar tanah sehingga produktivitas tanaman kelapa sawit meningkat.

“Nantinya, penerapan teknologi ini bisa melakukan deteksi tanaman sehat melalui identifikasi warna, serta bisa menganalisis pertumbuhan tanaman dari waktu ke waktu,” ungkapnya.

Selain itu, teknologi ini juga bisa mengidentifikasi tanaman yang memiliki penyakit dan mendeteksi titik api (hotspot) dengan mengklasifikasi tinggi maupun rendah probabilitasnya.

“Saat panen, juga dibutuhkan pengetahuan mengenai kematangan TBS. Kami saat ini sedang melakukan penelitian dengan komputer untuk melihat tingkat kematangan buah, sehingga tingkat kematangan bisa standar dan bisa diakses oleh semua orang,” sebutnya.

Tinggalkan Balasan