Ming. Nov 27th, 2022
Jakarta, Kanaldata –Kementerian Keuangan (Kemenkeu) turut melakukan transformasi digital melalui berbagai investasi di bidang infrastruktur dan pembangunan sistem serta perubahan bisnis proses. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), ada terobosan yang disebut core tax dan juga e-filing e-payment untuk membantu wajib pajak lebih mudah dalam melakukan pembayaran kewajiban pajaknya.
“Sesudah kita melakukan program pengungkapan sukarela (PPS), dan program pengampunan pajak, kita akan terus melihat dan menganalisa data-data yang berdasarkan pada sistem digital untuk terus meningkatkan kepatuhan dari wajib pajak secara adil,” katanya dalam acara webinar Digitalisasi Sebagai Sarana Pencegahan Korupsi pada Rabu (3/8/2022).
Kemenkeu juga membangun Lembaga National Single Window (LNSW) yaitu sebuah integrasi data ekspor dan impor komoditas di dalam menyediakan data yang akurat disertai dengan mekanisme pengawasan yang melekat yang berbasiskan pada risiko.
Kemudian, di dalam Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat Jenderal Perbendaharaan serta Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan juga membangun sistem digital dengan mengintegrasikan Krisna dan Sakti yaitu sistem informasi pembangunan daerah (SIPD) dengan sistem informasi keuangan daerah (SIKD). Sistem tersebut bertujuan agar siklus penganggaran bisa dilakukan secara komprehensif dan konsisten.
Sistem ini adalah sistem berbasis digital secara elektronik agar siklus penganggaran dapat dilakukan secara komprehensif dan konsisten dan tentu bisa menghindarkan pemborosan maupun kompromi terhadap integritas,” jelasnya.
Selanjutnya untuk sektor minyak dan gas (migas), Kemenkeu juga telah melakukan kerja sama dengan instansi terkait dengan membangun sistem informasi terintegrasi, serta pertukaran data dan/atau informasi terkait kegiatan usaha di hulu migas atau SIT (sistem informasi terintegrasi) MIGAS.
Kemenkeu juga membangun sistem informasi minerba antar K/L yang dikenal dengan sistem SIMBARA. Adanya SIT MIGAS dan SIMBARA, diharapkan dapat meningkatan akuntabilitas dan kecepatan dan ketepatan serta transparansi dan pelayanan pemerintah. Selain itu, adanya transformasi digital diharapkan dapat menghilangkan kesempatan terjadinya praktik-praktik korupsi dari hulu hingga hilir. (Kang H)

(Visited 49 times, 1 visits today)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »