Beranda » Kapuspen Benarkan Anggota TNI Aniaya Warga Diduga Afiliasi TPNPB-OPM

Kapuspen Benarkan Anggota TNI Aniaya Warga Diduga Afiliasi TPNPB-OPM

IMG-20240324-WA0011


Jakarta, KanalData.Com 2024 – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Nugraha Gumilar, dalam sebuah pernyataan resmi, telah mengkonfirmasi bahwa terjadi tindakan kekerasan terhadap seorang warga Papua oleh oknum anggota TNI di wilayah Papua. Insiden ini melibatkan seorang warga yang diduga sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), yang bernama Definus Kogoya.
Peristiwa penganiayaan ini terjadi di Pos Gome, Kabupaten Puncak Papua. Nugraha menegaskan bahwa TNI sedang melakukan penyelidikan menyeluruh terkait insiden ini, serta menjalani proses pemeriksaan terhadap anggota yang terlibat.
“TNI dengan serius menghadapi dan menangani kasus ini, sambil terus melakukan penyelidikan,” kata Nugraha dalam pernyataannya.
Informasi mengenai insiden ini didapat dari sejumlah video yang beredar luas. Dalam rekaman tersebut, terlihat lima orang pria mengelilingi sebuah tong, sementara seorang warga Papua yang tangan terikat terlihat tertunduk di dalam tong tersebut. Darah mengalir dari hidungnya, menunjukkan tindak kekerasan yang dilakukan.
Dalam video tersebut, seorang pria yang diduga sebagai anggota TNI melakukan serangan fisik dengan menggunakan tangan dan sikutnya terhadap warga yang terikat. Rekaman juga menunjukkan bahwa tindakan kekerasan tersebut tidak hanya dilakukan oleh satu individu, namun melibatkan beberapa orang lainnya.
Saat ini, TNI telah menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas insiden ini dan memastikan bahwa tindakan yang dilakukan merupakan pelanggaran serius yang tidak dapat diterima. Penegakan hukum yang adil dan transparan diharapkan dapat memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
Kapuspen TNI juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan proses hukum yang sedang berlangsung. TNI berkomitmen untuk menjaga perdamaian dan keamanan di wilayah Papua serta mengambil langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Terkait perkembangan selanjutnya dari penyelidikan ini, TNI akan terus memberikan informasi yang transparan kepada publik.
Kami akan terus memantau dan memberikan pembaruan seiring berjalannya proses penyelidikan dan penegakan hukum terhadap insiden ini.

Tinggalkan Balasan