Beranda » Fintech Lending Akseleran Bersiap IPO, Incar Raih Rp359 M

Fintech Lending Akseleran Bersiap IPO, Incar Raih Rp359 M

Aplikasi-Akseleran-Sumber-Akseleran-1024x576

Fintech Lending Akseleran Bersiap IPO, Incar Raih Rp359 M

Jakarta, KanalData.Com 2023 -PT Akselerasi Usaha Indonesia Tbk. (AKSL) selaku perusahaan pengelola platform fintech lending Akseleran mengincar dana Rp358,6 miliar dari rencananya melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Sekitar Rp36,5 miliar akan digunakan perusahaan untuk mengakuisisi PT Pratama Interdana Finance (PIF) dengan kepemilikan 99,99 persen saham. Sekitar Rp200 miliar akan disalurkan untuk modal channeling pembiayaan ke PIF,” tulis manajemen Akseleran dalam materi pesentasi di laman perusahaan.

Akuisisi PIF bertujuan untuk melebarkan model bisnis Akseleran ke sektor multifinance. Sisa dana IPO yang terkumpul nanti bakal dimanfaatkan Akseleran untuk modal kerja yang mendukung operasional serta pengembangan bisnisnya.

Aplikasi fintech lending Akseleran | Sumber: Akseleran
Aplikasi fintech lending Akseleran | Sumber: Akseleran

Akseleran akan melego sedikitnya 2,99 miliar unit saham atau setara 29 persen modal yang disetor dan ditempatkan. Harga yang dibanderol sebesar Rp100–120 per unit. BCA Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas ditunjuk sebagai pelaksana penjamin efek perusahaan.

Berikut jadwal IPO Akseleran:

  1. Masa penawaran awal: 3–18 Juli 2023
  2. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK): 28 Juli
  3. Masa penawaran umum: 1–7 Agustus
  4. Tanggal Penjatahan: 7 Agustus
  5. Tanggal distribusi: 8 Agustus
  6. Tanggal pencatatan saham di BEI: 9 Agustus

Dirintis pada Oktober 2017, Akseleran menghadirkan solusi fintech lending yang menyasar pembiayaan produktif untuk para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Akumulasi pembiayaan yang disalurkan Akseleran dilaporkan telah mencapai Rp6,59 triliun dengan total outstanding masih beredar sebesar Rp645 miliar per Desember 2022.

Rasio pembiayaan bermasalah dalam platformnya sebesar 0,41 persen pada periode yang sama, jauh di bawah ambang batas pengawasan OJK yakni 5 persen.

Akseleran masih mencatatkan rugi bersih Rp22,5 miliar sepanjang 2022. Jumlah itu menyusut sekitar 26 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Hal ini salah satunya didukung perolehan pendapatan yang naik 80 persen yoy menjadi Rp71,45 miliar.

Tinggalkan Balasan