Ming. Nov 27th, 2022

Jakarta, Kanal Data –Bank Indonesia berkomitmen mendukung pengembangan pelaku usaha syariah perempuan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi inklusif. Melalui berbagai kebijakan mendorong perbankan dalam pembiayaan UMKM dan sektor inklusif, penguatan kelembagaan (korporatisasi) dan peningkatan kapasitas pelaku usaha syariah perempuan, serta linkage dengan sumber bahan baku, pasar dan pembiayaan.
Deputi Gubernur BI Juda Agung menyampaikan, terdapat empat langkah dalam mengakselerasi pengembangan pelaku usaha syariah perempuan guna meningkatkan kemandirian dan keberlanjutan usaha.
Pertama, mendorong peran dan komunitas perempuan untuk mendukung pemulihan ekonomi melalui penguatan kapabilitas pelaku usaha syariah, khususnya di sektor makanan halal dan fesyen muslim serta perluasan jejaring.
“Kedua, mendorong pendampingan aspek usaha maupun syariah secara end to end dan terintegrasi. Ketiga, mengakselerasi digitalisasi. Keempat penguatan sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan,” sebutnya dalam agenda ‘The 1st International Conference on Women and Sharia Community Empowerment’, Jakarta, Kamis (11/8).

Umi Waheeda binti Abdul Rahman, pimpinan Pondok Pesantren Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman (Islamic Boarding School).
Mengatakan Kaum Perempuan sangat mampu. Kreatif. Pekerja keras. Amanah. Jujur untuk dapat berbisnis, Dalam mendorong perekonomian indonesia,”

Berparanan dalam mendorong perekeonomian
Karena merek harus mem berikan yg terbaik untuk anak anak, Pendidikan. Kesehatan. Nutrisi. membuat anak anak tumbuh bahagia namun ber prestasi

Sekolah Bording Nurul Iman para Santri dapat fokus belajar. berprestasi, beraktivitas dalam pendidikan dunia akhirat. Bisnis dan sosial

,”INSYA ALLAH ibu masa depan bangsa Indonesia akan menciptakan bangsa Indonesia yg sehat. Kuat. Kompetitif. Pemimpin FATHONAH AMANAH SIDDIQ UNTUK TABLIGH,” Jelasnya Umi

selanjutnya Alhamdulilah dengn pemda. bank indonesia dan saar pandemi juga wanita sudah jadi tulang punggung keluarga. Kata Umi

Selanjutnya, Umi adalah istri almarhum pendiri pesantren Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar, adalah seorang warga negara Singapura. menggratiskan biaya belajar, biaya hidup dan aneka keperluan 15 ribu santrinya itu.
Di hadapan ribuan santri yang hadir memadati masjid besar itu,

Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman didirikan pada 1998 oleh almarhum Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar bin Salim. Pesantren itu lahir dari keprihatinan Habib Saggaf melihat banyak para remaja putus sekolah serta tidak mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi karena kemiskinan.  Sejak awal, memang pesantren ini menggratiskan semua hal yang berkaitan dengan keperluan para santri.
Pesantren yang namanya al-Ashriyyah berarti modern itu kini dikenal sebagai pesantren mandiri dengan 15 ribu santri dan 48 jenis usaha yang digeluti warga pesantren. Pesantren dengan area 25 hektare yang kini telah bekerja sama dalam bisnis fintek dengan menggandeng Bank Tabungan Negara dan Bank Indonesia, itu bermula dari kobong bambu berukuran 3×4 meter sebagai asrama pertama.

Dalam kegiatan yang sama, dirangkai pula prosesi Pencanangan Gerakan Komunitas UMKM Perempuan Indonesia dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional dan Soft Launching Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) Mart-Finance oleh Deputi Gubernur BI, Menteri Keuangan RI, Menteri Koperasi dan UKM, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak didampingi oleh sejumlah Ketua Komunitas Perempuan.
Bank Sentral menilai, beragam kegiatan ini merupakan salah satu tujuan utama dalam gelaran ‘The 1st International Conference on Women and Sharia Community Empowerment’.
Senada, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, peran perempuan sangat penting dalam skala rumah tangga maupun ekonomi nasional. Peran perempuan juga tidak terpisahkan dari peranan pemerintah dalam memajukan bangsa dan negara serta perekonomiannya.
“Berbagai program seperti pembiayaan dengan subsidi bunga, menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengembangkan UMKM, terutama yang belum terjangkau oleh perbankan,” tambahnya.
Bersama Tingkatkan Kapasitas Perempuan
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah, serta Deputi bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Leni N Rosalin. Keduanya menyampaikan dukungannya melalui berbagai program pemerintah guna peningkatan kapasitas dan pemberdayaan perempuan Indonesia.
Kemenkop-UKM dalam hal ini bertransformasi melalui pemberian kemudahan dan akses pembiayaan dengan penyaluran dana bergulir, sertifikasi halal gratis bagi 10 juta pelaku UMKM, serta berbagai pelatihan dan pemasaran produk.
Sementara itu, KemenPPPA fokus memberikan bantuannya kepada kalangan perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga, penyintas, serta yang berada di lokasi bencana terutama di tingkat desa dan belum terjangkau oleh program lainnya.
Keduanya pun turut menekankan perlunya sinergi bersama berbagai pihak dalam mendidik generasi yang berkualitas untuk mencapai Indonesia Maju.
The 1st International Conference on Women and Sharia Community Empowerment akan berlangsung pada 11-12 Agustus 2022 dan merupakan bagian dari side event Presidensi G20 Jalur Keuangan.
Kegiatan terselenggara sebagai kolaborasi Bank Indonesia dengan sejumlah organisasi masyarakat berbasis perempuan diantaranya PPUMI, SALIMAH, PERSAMI, BUNDA WAKAF, SHALIZA dan WITA.
Serta diikuti oleh pelaku usaha syariah perempuan yang bergerak di sektor makanan halal dan fesyen muslim, termasuk kerajinan tangan, yang merupakan binaan dari organisasi/asosiasi masyarakat berbasis wanita, dan K/L terkait. (Kang H)

(Visited 2 times, 1 visits today)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »