Rab. Nov 30th, 2022

Jakarta, Kanaldata.Com 2022 –Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pandemi covid-19 bukan lagi menjadi faktor yang mengancam perekonomian. Empat hal tersebut membuat pemerintah berada pada pilihan dilematis dalam membuat kebijakan.

Adapun ancaman ekonomi kini telah bergeser ke empat hal, yaitu inflasi global yang melonjak, pengetatan likuiditas dan kenaikan suku bunga, potensi krisis utang global, dan stagflasi.

“Karena demand side itu pulih lebih cepat dibandingkan respons dari supply-nya, menyebabkan terjadinya inflasi yang merangkak sangat cepat,” ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (31/8/2022).

Inflasi, kata Sri Mulyani, juga didorong oleh perang Rusia-Ukraina yang merupakan lumbung dari pangan, pupuk, dan energi. 

“Inilah yang menjelaskan mengapa inflasi di negara maju menjadi tertinggi sepanjang sejarah. Selama hampir satu dekade, inflasi negara maju itu mendekati nol, jadi ini menjadi salah satu perubahan yang sangat ekstrem,” papar Sri Mulyani.

Ancaman ekonomi kini telah bergeser ke empat hal, yaitu inflasi, pengetatan likuiditas dan kenaikan suku bunga, potensi krisis utang global, dan stagflasi.

Untuk mengendalikan inflasi, negara-negara maju melakukan pengetatan likuiditas dan menaikkan suku bunga. Tentu dampaknya akan mengakibatkan pelemahan ekonomi.

Kenaikan suku bunga dan pengetatan likuiditas berpotensi menciptakan krisis utang pada negara-negara yang punya rasio utang publik di atas 60% atau bahkan 100%, dan mereka yang memiliki revolving (refinancing) risk tinggi). 

“IMF memperkirakan ada 60 negara dalam posisi vulnareble,” kata dia.

Dengan inflasi dan respons berbagai negara dalam menghadapinya, dunia dihadapkan pada potensi stagflasi.

“Ini yang nantinya akan menimbulkan kerumitan dalam pemilihan-pemilihan kebijakan di setiap negara,” pungkas Sri Mulyani (Kang H)

(Visited 1 times, 1 visits today)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »