Beranda » Bahlil: Investasi Asing Tumbuh karena Investor Percaya dengan Kepemimpinan Presiden Jokowi

Bahlil: Investasi Asing Tumbuh karena Investor Percaya dengan Kepemimpinan Presiden Jokowi

1682694063-3771x2674

Jakarta, Kanaldata.Com 2023 -Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan, realisasi penanaman modal asing (PMA) pada kuartal I-2023 mencapai Rp 177 triliun atau 53,8% dari total investasi kuartal I-2023 yang sebesar Rp 328,9 triliun. Tingginya realisasi PMA dinilai karena kepercayaan investor terhadap kinerja pemerintah dalam meningkatkan realisasi investasi.

“(Tingginya) PMA ini karena tingkat kepercayan ke Indonesia tinggi sekali terutama karena kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Investor selalu bertanya siapa penerus Pak Joko Widodo? Mereka masih ingin kepemimpinan seperti Joko Widodo dalam konteks investasi yang konsisten terutama terkait hilirisasi,” ucap Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers Realisasi Investasi Kuartal I-2023 di Kantor Kementerian Investasi/BKPM pada Jumat (28/4/2023).Bila dilihat secara kuartal ke kuartal antara kuartal I-2023 dan kuartal IV-2023 terjadi pertumbuhan PMA sebesar 1,1%. Sedangkan bila dilihat secara tahunan antara kuartal I-2022 dan kuartal I-2023 terjadi pertumbuhan PMA sebesar 20,2%. Menurut dia, hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan dunia usaha internasional kepada Indonesia masih tetap baik.“Jadi kepercayaan publik kepada pemerintah di bawah pimpinan Joko Widodo ini cukup luar biasa,” kata Bahlil.

Catatan Kementerian Investasi/BKPM menunjukkan, lima besar sektor realisasi kuartal I I-2023 untuk PMA yaitu industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar US$ 2,9 miliar (24,3%); transportasi, gudang dan telekomunikasi PMA industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar US$ 1,2 miliar (10,1%); industri kimia dan farmasi sebesar US$ 1,1 miliar (8,9%); pertambangan sebesar US$ 900 juta (7,7%); industri kertas dan percetakan sebesar US$ 800 juta (6,9%).

Lima besar lokasi realisasi kuartal I-2023 untuk PMA yaitu Sulawesi Tengah senilai US$ 1,9 miliar (16,3%); Jawa Barat senilai US$ 1,9 miliar (15,9%); DKI Jakarta sebesar US$ 1,2 miliar (9,9%); Banten US$ 1,1 miliar (8,9%); dan Riau US$ 1 miliar (8,5%).

“Untuk Sulawesi Tengah ini karena di sana pembangunan kawasan pusat industrialisasi pada komoditas nikel ini yang lagi betul-betul digenjot di sana. Jadi pertumbuhan investasi merata antara luar Jawa, baik di Pulau Jawa, Sulawesi, dan Sumatra,” tutur Bahlil.

Catatan Kementerian Investasi/BKPM menunjukkan, lima besar sektor realisasi kuartal I I-2023 untuk PMA yaitu industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar US$ 2,9 miliar (24,3%); transportasi, gudang dan telekomunikasi PMA industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar US$ 1,2 miliar (10,1%); industri kimia dan farmasi sebesar US$ 1,1 miliar (8,9%); pertambangan sebesar US$ 900 juta (7,7%); industri kertas dan percetakan sebesar US$ 800 juta (6,9%).Lima besar lokasi realisasi kuartal I-2023 untuk PMA yaitu Sulawesi Tengah senilai US$ 1,9 miliar (16,3%); Jawa Barat senilai US$ 1,9 miliar (15,9%); DKI Jakarta sebesar US$ 1,2 miliar (9,9%); Banten US$ 1,1 miliar (8,9%); dan Riau US$ 1 miliar (8,5%).“Untuk Sulawesi Tengah ini karena di sana pembangunan kawasan pusat industrialisasi pada komoditas nikel ini yang lagi betul-betul digenjot di sana. Jadi pertumbuhan investasi merata antara luar Jawa, baik di Pulau Jawa, Sulawesi, dan Sumatra,” tutur Bahlil.

Tinggalkan Balasan