Beranda » 10 Profesi Lebih Baik Dengan Teknologi AI

10 Profesi Lebih Baik Dengan Teknologi AI

OPENAI-CHATGPT--2_1675484582663_1675484582663_1675484603670_1675484603670

10 Profesi Lebih Baik Dengan Teknologi AI

Kemunculan chatbot ChatGPT diprediksi akan mengubah cara manusia hidup. Bahkan, teknologi besutan OpenAI ini membuat Google dan Baidu panik dan buru-buru mengembangkan penantangnya.

Namuun di sisi lain, AI ternyata mengancam sejumlah pekerjaan manusia. Insider melaporkan sekitar 10 profesi berisiko punah akibat teknologi ini, dirangkum Kamis (16/2/2023).

1. Profesi Teknologi (Coding, Computer Programmer, Software Engineer, Data Analis)

Pekerjaan-pekerjaan itu akan bisa digantikan oleh tools AI termasuk ChatGPT. Teknologi tersebut dilaporkan dapat menghitung angka dengan akurasi relatif.

ChatGPT bisa menghasilkan kode dengan lebih cepat dari manusia. Artinya, pekerjaan bisa selesai dengan lebih sedikit orang.

2. Pekerjaan Media (Iklan, Pembuat Konten, Penulis Teknis, Jurnalis)

Pekerjaan lainnya yang akan dihapus adalah yang ada di industri media. AI punya kemampuan untuk membaca, menulis, dan memahami data berbasis teks dengan baik.

“Menganalisa dan menginterpretasikan sejumlah data dan informasi berbasis bahasa adalah keterampilan yang diharapkan dapat ditingkatkan oleh teknologi AI generatif,” kata partner di McKinsey Global Institute, Anu Madgavkar.

3. Industri Hukum (Paralegal, Asisten Legal)

Peranan berorientasi pada bahasa seperti di industri hukum rentan pada otomatisasi. Namun memang tidak sepenuhnya akan pekerjaan dikendalikan mesin.

“Ini hampir seperti peningkatan produktivitas yang mungkin didapat beberapa pekerjaan ini, sebab bisa menggunakan tools yang bisa melakukan dengan lebih baik,” ungkap Madgavkar.

4. Analis Riset Market

Mark Muro dari Brookings Institute yang juga meneliti dampak AI pada pekerja Amerika mengatakan teknologi itu bisa menganalisa data dan memprediksi hasil. Karena itu, analis riset market akan rentan terhapus di masa depan.

AI bisa menggantikan pekerjaan analis riset market seperti mengumpulkan data, identifikasi tren pada data, hingga menemukan kampanye pemasaran yang efektif.

5. Guru

Di masa depan, guru mungkin bukan lagi seorang manusia melainkan komputer dengan teknologi AI. ChatGPT sudah dapat dengan mudah bekerja di dalam kelas, kata Pengcheng Shi, dekan di departemen komputasi dan ilmu informasi Rochester Institute of Technology.

“Meski ada bug dan ketidakakuratan dalam hal pengetahuan, ini bisa dengan mudah diperbaiki. Pada dasarnya Anda hanya perlu melatih ChatGPT,” jelasnya.

6. Pekerjaan Keuangan (Analis Keuangan, Penasihat Keuangan Pribadi)

Analis hingga penasihat keuangan juga jadi pekerjaan yang terancam. Muro mengatakan AI bisa mengidentifikasi tren pasar, menyoroti investasi pada portofolio yang lebih baik atau buruk, hingga menginformasikan data tersebut.

“AI bisa menggunakan berbagai bentuk data lainnya untuk memperkirakan campuran investasi yang lebih baik,” ucapnya.

7. Trader

Pencheng Shi juga mengatakan peranan Wall Street tertentu akan terancam. Investasi bisa menggunakan AI untuk melakukan pemodelan tertentu.

8. Desain Grafis

Pada Harvard Business Review bulan Desember, tiga profesor menyatakan Dall-E sebagai ancaman bagi industri desain grafis. Dall-E adalah alat AI yang bisa menghasilkan gambar secara cepat.

9. Akuntan

Brett Caraway dari Universitas Toronto mengatakan tenaga kerja intelektual bisa terancam dengan keberadaan AI. Selain pengacara, ada juga akuntan yang digantikan oleh mesin.

10. Layanan Konsumen

Chatbot sudah mulai dipekerjakan untuk menelepon atau mengobrol dnegan layanan konsumen. Studi tahun 2022 dari perusahaan riset teknologi Gartner memperkirakan chatbot akan mendominasi 25% saluran tersebut pada 2027 mendatang.

Tinggalkan Balasan