Rab. Nov 30th, 2022

Jakarta, Kanaldata.Com 2022 -Pemerintah China mengonfirmasi rencana Presiden Xi Jinping melakukan perjalanan ke Asia Tengah pada pekan ini. Ini akan menjadi perjalanan luar negeri pertamanya sejak pandemi Covid-19 melanda. Dilansir dari Bloomberg pada Senin (12/9/2022), Presiden Xi akan mengunjungi Kazakhstan dan Uzbekistan dari Rabu hingga Jumat mendatang, berdasarkan pernyataan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China.

Uzbekistan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Shanghai Cooperation Organization (SCO), yang akan memberi Presiden Xi kesempatan untuk bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kalinya sejak Moskow menginvasi Ukraina pada Februari.

Presiden Xi ke sorotan panggung dunia setelah menjadi satu-satunya pemimpin negara-neagara G20 yang menghindari bepergian ke luar negaranya sejaPk lockdown Covid-19 pertama di dunia dimulai pada Januari 2020.

Tur Asia Tengah ini dilakukan hampir sebulan menjelang kongres partai dua kali dalam satu dekade, dengan pemimpin Xi Jinping diperkirakan meraih masa jabatan ketiga. Presiden Xi meluncurkan rencana perdagangan dan infrastruktur global yang akan menjadi ‘Belt and Road Initiative’ di Kazakhstan sembilan tahun lalu dan mungkin berusaha menggunakan perjalanan itu untuk memoles kredensial kebijakan luar negerinya.

KTT SCO juga merupakan kesempatan untuk terhubung dengan sekelompok negara yang dipandang sebagai jawaban kawasan terhadap aliansi yang dipimpin Barat, pada saat hubungan China dengan Amerika Serikat (AS) menjadi semakin tegang.

Seperti diketahui, ketegangan meningkat setelah kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS Nancy Pelosi ke Taipei bulan lalu, dan China meluncurkan latihan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya di sekitar pulau yang diperintah secara demokratis yang dianggap Beijing sebagai bagian dari wilayahnya.

Di sisi lain, Kazakhstan memiliki sekitar 40 persen dari cadangan uranium yang diketahui di dunia, sumber daya yang semakin penting karena negara-negara maju beralih ke energi atom sebagai sumber daya jangka panjang. Itu juga berbatasan dengan Xinjiang — Beijing telah dituduh melakukan kebijakan agresif untuk menekan populasi etnis minoritasnya, termasuk jutaan Muslim Uyghur. Pada Januari lalu, Presiden Xi menyatakan dengan tegas bahwa dia menentang kekuatan yang merusak stabilitas Kazakhstan, setelah protes massal atas lonjakan harga bahan bakar.

(Visited 2 times, 1 visits today)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »