Rab. Nov 30th, 2022

Jakarta, Kanaldata.Com 2022 –Geliat manuver sejumlah partai dan aktor politik menjelang tahun 2024 terus dilakukan.

Mengenai perkembangan yang ada, peneliti Pusat Kajian Politik UI Fuadil Ulum merespons terkait hasil survei Panel Survei Indonesia (PSI) yang mengatakan duet Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bisa moncer pada Pilpres 2024.

Menurut Fuadil, pasangan tersebut sudah tepat untuk maju pada Pilpres 2024. Namun, jika ingin menang, Partai Golkar harus meningkatkan kinerja mesin partai agar peluang Airlangga menang Pilpres 2024 makin besar.

“Majunya Airlangga Hartarto sebagai capres di 2024 sudah tepat, tinggal bagaimana  partai Golkar terus meningkatkan mesin partainya agar Ketum Golkar itu menang di Pilpres 2024,” kata Fuadil kepada wartawan, Kamis (15/9).

Selain itu, adanya sosok Puan Maharani, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan kemungkinan akan menjegal langkah Airlangga.
Namun, langkah Airlangga bisa mulus jika Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) solid memenangkan Ketua Umum Golkar itu dan pasangan cawapresnya pada Pilpres 2024.
“Kalau KIB solid peluang Airlangga sangat kuat, tinggal ditambah siapa sosok cawapresnya nanti,” ungkapnya.

Seperti diketahui, survei PSI menunjukkan nama Airlangga Hartarto muncul beberapa kali dalam simulasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.
Dalam simulasi pasangan tokoh laki-laki dan perempuan, duet Airlangga Hartarto dan Khofifah Indar Parawansa dipilih tertinggi, dengan nilai 27,28 persen. Lalu, Ganjar Pranowo-Susi Pudjiastuti (21,83 persen), Prabowo Subianto-Sri Mulyani (20,88 persen), dan Anies Baswedan-Puan Maharani (18,64 persen).

“Yang tidak memilih sebanyak 11,37 persen,” papar Koordinator Penelitian PSI Yuswiryanto.

Dalam simulasi pasangan sipil dan militer, duet Airlangga dan Andika Perkasa dipilih sebanyak 31,08 persen. Kemudian, Prabowo Subianto-Erick Thohir (23,20 persen), Ganjar Pranowo-Budi Gunawan (21,91 persen), Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (18,21 persen). 

“Mereka yang tidak memilih 5,60 persen,” paparnya. (Kang H)

(Visited 2 times, 1 visits today)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »