Ming. Nov 27th, 2022

Untuk memperkuat perekonomian dalam negeri, Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan setiap tahunnya sebanyak 2,5 juta pelaku usaha mikro memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, penerbitan NIB 2,5 juta NIB setiap tahunnya dilakukan agar pelaku usaha mikro naik kelas ke usaha formal.

“Kita ingin semua usaha mikro naik kelas supaya jumlah pelaku usaha mikro berkurang,” ujarnya, dikutip pada Minggu (25/9).

Karena itu, Teten berencana untuk mengurangi jumlah usaha mikro yang saat ini mencapai 99 persen dari seluruh pelaku UMKM di Indonesia.

“Dan kita ingin mengurangi ‘obesitas’ usaha mikro yang sampai 99 persen,” sambung Teten.

Dia menegaskan, NIB sangat penting agar pelaku usaha mikro tidak lagi berstatus sebagai usaha informal tetapi naik kelas menjadi usaha formal.

“Intinya, kita ingin semua memiliki badan usaha dan tidak lagi informal. NIB ini memberikan kemudahan bagi UMKM untuk mendapatkan izin edar, sertifikat halal, dan SNI. Nanti bisa dapat pembiayaan lebih besar juga. Kalau berkembang usahanya dapat kredit lebih besar ada KUR sampai Rp500 juta per orang,” terang Teten.

Lebih lanjut Teten menambahkan, sampai 23 September 2022 sudah sebanyak 2.056.010 NIB yang telah diterbitkan dalam sistem online single submission-risk based approach (OSS-RBA).

Dari jumlah tersebut, 1.921.287 atau 93,45 persen di antaranya merupakan pelaku usaha mikro.

(Visited 56 times, 1 visits today)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »