Ming. Nov 27th, 2022

Jakarta, Kanaldata.com 2022 –Polisi Wanita ( Polwan ) hari ini, 1 September 2022 genap berusia 74 tahun. Di usianya tersebut, Polwan yang merupakan bagian dari institusi Polri diharapkan terus berprestasi dan semakin baik integritasnya.

Mantan anggota Komisi I DPR ini berharap agar Polwan ke depan dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya. Di antaranya, prediktif sehingga Polri mampu melakukan penegakkan hukum berdasarkan analisis intelijen dan kemampuan forecasting. Sehingga Polri tidak reaktif, tapi juga proaktif.

Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Hankam dan Siber Susaningtyas Kertopati mengatakan, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berinisiatif membangun kesetaraan gender di Polri dengan menaikkan pangkat Polwan setara dengan polisi pria. Kini banyak jabatan penting diemban Polwan yang dulu ditabukan. ”Semoga Polwan semakin berprestasi dan punya integritas yang baik bukan hanya sekadar mengejar kesetaraan gender,” ujar Nuning sapaan akrab Susaningtyas Kertopati, Kamis (1/9/2022).

Mantan anggota Komisi I DPR ini berharap agar Polwan ke depan dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya. Di antaranya, prediktif sehingga Polri mampu melakukan penegakkan hukum berdasarkan analisis intelijen dan kemampuan forecasting. Sehingga Polri tidak reaktif, tapi juga proaktif.

Baca juga: Kapolri Naikkan Pangkat Polwan Setingkat Lebih Tinggi Jadi Irjen dan Brigjen “Polwan bisa menggunakan naluri wanitanya lebih utuh saat tangani kasus-kasus yang mencederai perempuan, bukan hanya KDRT tapi juga penipuan terhadap TKW yang kerap terjadi dan lain sebagainya,’ katanya.

Kedua, responsibilitas yakni membangun Polri yang akuntable ke masyarakat, termasuk dalam penegakkan hukum. Polri perlu menunjukkan bahwa penegakkan hukum tidak memandang kelas dan golongan.

Ketiga, transparasi di mana Polri yang transparan dan akuntable akan meningkatkan kecintaan dan kepercayaan masyarakat terhadap upaya-upaya penegakkan hukum yang dilakukan. Polri juga harus lebih sigap dalam hadapi hoaks dan post truth di tengah masyarakat.

”Keempat yakni berkeadilan. Polri perlu meyakinkan masyarakat bahwa semua orang sama di hadapan hukum, termasuk bahwa Polri itu netral dari intervensi politik dan Polri tidak bermain politik praktis, tetapi harus paham politik,” tegasnya.(Kang H)



(Visited 2 times, 1 visits today)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »