Ming. Nov 27th, 2022

Bayi satu badan dengan kepala dua lahir di RSUD Dokter Sadikin Padusunan Kota Pariaman, Rabu (21/9), menyita perhatian publik.

Sebab, kasus kembar siam dengan satu badan dan dua kepala masih cukup jarang terjadi. Lantas kenapa bayi bisa lahir satu badan dua kepala?

“Dia terjadi karena gangguan pembelahan. Terjadinya sudah agak lama bukan di awal-awal pembelahan. Gangguan pembelahan delay, sehingga kembarnya dempet,” kata Ketua Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) Sumbar, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM, Kamis (22/9).

“Delapan sampai 12 hari setelah pembuahan, lapisan embrio yang akan terbelah membentuk kembar monozigot mulai berkembang menjadi organ dan struktur tertentu,” ucap dokter spesialis kandungan ini.

Nah, pembelahan yang terjadi pada kembar siam atau dempet terjadi terlambat setelah masa pembelahan tersebut. Pembelahan embrio yang akan menjadi kembar siam terjadi di atas 12 hari setelah pembuahan, membuat pemisahannya berhenti sebelum proses selesai. Sehingga masih ada bagian tubuh yang menyatu.

“Pada prinsipnya, gangguan pembelahan ada yang thorachophagus (dempet di dada), abdomen (dempet di perut), ada yang kepala. Pada kasus ini (1 badan 2 kepala), terjadi di torak dan perut, sehingga yang misah cuma kepalanya,” tutur Direktur Umum, SDM dan Pendidikan RSUP Dr M Djamil Padang ini.

Selain karena gangguan pembelahan, Dovy Djanas mengatakan terjadinya kembar siam dengan satu sel telur tidak bisa dicegah. Yang bisa dilakukan hanya pemisahan atau operasi setelah lahir.

Itu pun tergantung pada organ mana saja yang dempet, tingkat kesulitan dan besarnya risiko apalagi dilakukan operasi.

“Ini butuh pendalaman, harus dilihat persis organ-organ apa saja yang dempet,” ujar Dovy.

Ia mengatakan bayi kembar siam ini bisa terdeteksi pada masa awal kehamilan.

Secara umum pemeriksaan dengan ultrasonografi (USG) bisa deteksi pada umur kehamilan 8 pekan atau saat janin masih berukuran sekitar satu sentimeter.

“Jadi, keberadaan bayi baik satu maupun dua sekaligus dapat dideteksi oleh USG,” tuturnya seraya mengatakan terpenting jika hamil harus diperiksa sedini mungkin.

Kurang dari 12 pekan umur kehamilan harus sudah diperiksa.

Seperti diberitakan bayi kembar siam dengan kondisi dua kepala satu badan lahir di RSUD Dokter Sadikin, Kota Pariaman, Rabu (21/9).

Kondisi bayi tersebut sehat. Bayi kembar siam tersebut merupakan anak ketiga dari pasangan Adrianto, 35 dan Ayu Septiani, 30, warga Limaupuruik, Kecamatan V Koto Timur, Padangpariaman.

Saat ini, bayi kembar itu dirawat di ruangan NICU RSUP M Djamil Padang.

Menurutnya bayi 2 kepala 1 badan tersebut harus mendapatkan penanganan intensif sehingga pada Rabu (21/9/2022) anak itu dirujuk ke RSUP M Djamil dan sampai pada sorenya. Diketahui orang tua dari anak tersebut beralamat di Nagari Limau Puruik, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman berprofesi sebagai petani. Pihaknya berharap dengan mendapatkan penanganan dari tim medis di RSUP dr M Djamil maka kondisi anak tersebut lebih baik.

Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) di RSUP M Djamil Padang dr Eny Yantri SpA (K) mengatakan, saat ini bayi tersebut mendapatkan bantuan peralatan medis dan perhatian khusus dengan kondisi stabil.

Keluarga Tidak Mampu

Eny juga mengatakan, untuk menangani bayi tersebut nantinya pihaknya akan membentuk tim khusus dari berbagai bidang keilmuan.

Wali Nagari Limau Puruik, Afrian mengatakan keluarga orang tua bayi tersebut berasal dari keluarga tidak mampu dan menjadi salah satu keluarga yang menjadi perhatian pihaknya. Oleh karena itu pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan penggalangan dana untuk membantu orang tua bayi tersebut.

Nenek bayi tersebut Suryani (54) mengatakan bayi itu merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Dua saudara dari anak tersebut lahir dan tumbuh normal. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman hingga saat ini tidak dapat dihubungi untuk menanyakan terkait bayi tersebut.(Kang Hen)

(Visited 6 times, 1 visits today)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »