Rab. Nov 30th, 2022

Papua, Kanalberita.Com 2022 -Delapan anggota TNI terlibat kasus mutilasi empat warga sipil di Kabupaten Mimika, Papua.

Ada tambahan dua orang dari sebelumnya enam anggota TNI.

Diduga kedua anggota TNI tersebut menikmati uang rampasan senilai Rp 250 juta.

“Dari hasil pendalaman yang dilakukan, ada dua orang lagi yang kami periksa. Keduanya ikut menikmati uang hasil tindak pidana itu,” kata Andika Perkasa di Mimika, Rabu (31/8/2022) malam.

Total ada delapan oknum anggota TNI yang diduga terlibat kasus mutilasi. Enam orang telah menjadi tersangka.

“Dua orang masih dalam pendalaman karena menerima uang hasil rampokan itu,” kata Andika Perkasa.

irektur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Papua Kombes Faizal Ramadhani mengatakan, salah satu korban mutilasi diyakini merupakan simpatisan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Nduga.

“Dari hasil penyelidikan diketahui salah satu korban berinisial LN adalah jaringan dari simpatisan KKB Nduga pimpinan Egianus Kogoya yang aktif mencari senjata dan amunisi di Kabupaten Mimika,” ujarnya, Minggu (28/8/2022), dikutip dari pemberitaan Kompas.com. Baca juga: Korban Mutilasi di Timika adalah Simpatisan KKB dan

Kepala Kampung di Nduga Faizal menuturkan, kasus ini bermula saat para pelaku berpura-pura ingin menjual dua pucuk senjata api kepada korban. Korban yang tertarik membeli kemudian mendatangi pelaku dengan membawa uang Rp 250 juta. Akan tetapi, pelaku justru membunuh serta memutilasi korban. Selain itu, pelaku juga membawa kabur uang ratusan juta rupiah tersebut.

Menyoal kasus ini, pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies, Khoirul Fahmi, memberikan pandangannya. Fahmi menyampaikan, meski korban disebut sebagai simpatisan KKB, hal itu bukan menjadi alasan bagi pelaku untuk membunuh korban.

“Apa pun alasannya, entah korban terkait KKB atau enggak, perbuatan para pelaku tidak bisa dibenarkan,” ucapnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (29/8/2022).

Baca juga: 6 Anggota TNI Diduga Terlibat Kasus Mutilasi di Mimika, Pengamat: Harus Diusut Tuntas Para pelaku, khususnya anggota TNI, telah bertindak di luar prosedur. Mereka bahkan diduga melakukan perbuatan melawan hukum, melanggar disiplin, membuat permufakatan jahat, disertai perampasan dan penggelapan.

“Apalagi kalau ini benar transaksi senjata api, semestinya mereka mendukung upaya penegakan hukum, bukan malah membunuh,” ungkapnya. Pengamat intelijen, Stanislaus Riyanta, menilai perbuatan keenam oknum TNI itu merupakan kejahatan yang serius.

“Apa pun status korban, mutilasi adalah kejahatan luar biasa,” tuturnya kepada Kompas.com, Senin. Baca juga: Tersangka Kasus Mutilasi di Mimika Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana Stanislaus mengungkapkan, tujuan TNI ke Papua untuk merebut hati masyarakat dan mengamankan warga dari kelompok yang dianggap mengganggu keamanan.

“Kelompok-kelompok itu ada yang dirangkul. Jika mereka membawa senjata, mereka dilumpuhkan, lalu dikenai tindakan hukum. Bukan malah dimutilasi,” terangnya. Ia memandang kasus ini adalah hal yang serius dan perlu ditangani segera serta diusut tuntas. “Ini bisa menjadi introspeksi prajurit di lapangan maupun aparat pemerintah lainnya untuk dibekali prinsip HAM,” jelasnya.

Baca juga: Kasus Mutilasi di Mimika, Polisi Tetapkan 3 Tersangka Pelaku sudah ditangkap, satu buron Enam oknum TNI AD yang diduga terlibat kasus Mutilasi di Mimika ini berinisial Mayor Inf HF, Kapten Inf DK, Praka PR, Pratu RAS, Pratu RPC, dan Pratu R. Mereka merupakan anggota dari kesatuan Brigif 20 Kostrad. Polisi Militer (Pom) TNI AD sudah menetapkan mereka sebagai tersangka.

“Betul, sudah (jadi tersangka),” tandas Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspomad) Letjen TNI Chandra W. Sukotjo, Senin, dilansir dari Antara. Baca juga: Kronologi 4 Orang Dimutilasi di Timika, 6 Oknum TNI Terlibat, Pura-pura Jual Senjata Api Rp 250 Juta Selain keenam anggota TNI itu, polisi juga sudah menetapkan empat warga sipil sebagai tersangka.

Tiga orang sudah dibekuk, yakni APL alias J, DU, dan R. Adapun satu tersangka lainnya sudah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Jokowi perintahkan pengusutan

Presiden Jokowi telah memerintahkan Panglima TNI mengusut kasus tersebut hingga tuntas. Jokowi tak ingin kepercayaan warga pada TNI pudar karena masalah tersebut.

“Proses hukum harus berjalan sehingga kepercayaan masyarakat kepada TNI tidak pudar. Saya kira yang paling penting usut tuntas dan proses hukum,” kata Presiden Jokowi.

Presiden juga telah memerintahkan Panglima TNI Andika Perkasa turun tangan. “Saya perintahkan Panglima TNI untuk membantu proses hukum,” ujar Presiden Jokowi.

Baru 3 jasad ditemukan

Kasus mutilasi di Kabupaten Mimika bermula saat pelaku berpura-pura menjual senjata api hingga korban tergiur. Korban lalu datang dengan membawa uang Rp 250 juta.

Para pelaku lalu membunuh dan memutilasi korban dan membuang jasad mereka dalam enam karung di sekitar Sungai Kampung Pigapu.

Uang Rp 250 milik korban dirampas oleh para pelaku.

Dua orang korban telah ditemukan dan identitas mereka teridentifikasi sebagai simpatisan KKB dan satu kepala kampung.

Mereka ditemukan pada Jumat (26/8/2022) dan Sabtu (27/8/2022). Seorang korban lain ditemukan pada Senin (29/8/2022) malam.

Petugas gabungan masih mencari satu korban lainnya yang juga tewas dimutilasi. Hingga saat ini enam oknum anggota TNI dan empat warga sipil telah ditetapkan sebagai tersangka.(Kang H)









(Visited 2 times, 1 visits today)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »