Rab. Nov 30th, 2022

Jayapura, Kanaldata 2022 –Jokowi memberikan secara langsung Nomor Induk Berusaha (NIB) pelaku usaha mikro kecil (UMK) perseorangan di GOR Toware (HMS), Kabupaten Jayapura.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan secara langsung Nomor Induk Berusaha (NIB) pelaku usaha mikro kecil (UMK) perseorangan di GOR Toware (HMS), Kabupaten Jayapura.

“Saya senang setelah di Jakarta, kemudian NIB (diberikan) diluar Jawa yang pertama dilakukan di tanah Papua di Jayapura. Karena saya tahu menterinya dari Jayapura saya tahu,” kata Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (31/8/2022).

Jokowi menjelaskan bahwa produk domestik bruto (PDB) ekonomi atau perputaran ekonomi digerakkan 61 persen oleh UMKM. Dan hampir 97 persen urusan pekerja ketenagakerjaan juga atas kontribusi UMKM yang berjumlah kurang lebih 64 juta lebih.

“Tetapi tadi pak menteri investasi menyampaikan yang memiliki NIB yang telah didorong oleh kementerian investasi baru 1,8 juta artinya yang lain belum memiliki NIB. Oleh sebab itu (UMK Jayapura) beruntung telah memiliki NIB,” kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan bahwa diserahkannya NIB menjadi bukti pelaku UMKM di Jayapura telah resmi menjadi pengusaha formal.

“Terus kalau sudah pegang ini seperti apa? Bapak ibu bisa akses permodalan ke bank minta yang namanya KUR kredit usaha rakyat,” jelasnya.

Jokowi pun menceritakan bahwa saat dirinya menjadi pelaku UMKM, bunga bank pada saat itu berbeda dengan sekarang. Saat ini bunga bank hany 3 persen dan itupun disubsidi oleh pemerintah.

“Saya dulu ingat pertama kali berusaha saya pinjem 30 juta ke bank tapi bunganya gak kayak KUR sekarang bunganya mahal dulu (beda). KUR sekarang bunganya berapa? 3% tapi itu disubsidi pemerintah supaya usaha mikro usaha kecil kita bisa berkembang dengan cepat. Jadi segera manfaatkan yang namanya NIB ini kemudian akses ke permodalan yang namanya KUR,” kata Jokowi.

Jokowi pun mewanti-wanti kepada pelaku UMKM di Jayapura agar tidak menggunakan uang KUR untuk kepentingan pribadi. Misalnya membeli mobil, motor atau barang elektronik lainnya.

“Kalau ngitung kira-kira gamasuk gausah minjem, dihitung masih untung bisa angsur silahkan minjem. Dan kalau sudah minjem hati-hati pinjem dapet 50 juta jangan sekali-kali separuhnya untuk beli sepeda motor atau pinjem 200 juta 100 juta untuk beli mobil sekali-kali jangan dipakai yang namanya uanga bank itu untuk beli barang-barang kenikmatan kemewahan seperti itu, ndak,” katanya.

Maka dari itu, Jokowi berharap uang yang dipinjam melalui KUR dapat dimanfaatkan semuanya untuk modal usaha dan investasi.

“Nanti kalau dapat keuntungan sisihkan tabung ah mau beli mobil sisihkan sebulan untung 2 juta sisihkan, untung 3 juta sisihkan, untung 4 juta sisihkan kalau cukup silahkan kalau mau beli mobil silahkan. Tapi jangan pakai yang namanya pinjemin pokok bank itu dipakai untuk beli mobil beli sepeda motor atau enli TV atau beli yang lain-lain Ndak saya titip itu aja,” kata Jokowi.

“Karena teman-teman saya dulu saat saya masih UMKM banyak yang jatuh dan gabisa bangun karena keliru ngitung kemudian pinejm untuk beli mobil senengnya hanya 6 bulan. Beli mobil senengnya hanya 6 bulan gabisa nyicil bank gabisa nyicil ke dealer. Mobilnya di ambil bank nya juga bermasalah. Jangan seperti itu gunakan pinjeman bank itu untuk semuanya total modal usaha modal kerja modal investasi,” imbuhnya.(Kang H)

(Visited 28 times, 1 visits today)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »