Ming. Nov 27th, 2022

4 Bulan Di Jamin Bisa Export, Dr Handito Joewono : 8 Tips Kunci Sukses Mahasiswa Jadi Enterprenuer Exportir

Sekolah Ekspor mengadakan pembukaan perdana Sekolah Ekspor UMKM secara hybrid di Gedung Rektorat Universitas Negeri Padang dan zoom meeting pada Jumat (7/10/2022).

Rangkaian acara Kuliah Ekspor Nasional (KEN) 2022 Studi Independen Be A Good Digital Exporter Batch 3 tersebut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat yang diwakili langsung oleh Ibu Hilma Damanhuri Djalil – Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat.

Sekolah Ekspor UMKM yang mengusung tema Cara Mudah Ekspor juga dihadiri oleh Bunda Refan – Ketua Harian Forum UMKM Sumatera Barat, Bapak Nurhadi – Wakil Ketua 3 Program Kampus Merdeka, Ketua LP3M Universitas Negeri Padang, Kepala Sekolah Ekspor, pelaku UMKM dan beberapa mahasiswa Sekolah Ekspor serta pelaku UMKM khususnya dari daerah Sumatera Barat baik secara luring maupun daring.
Di pembukaan acara, Ibu Hilma D Djalil menyampaikan bahwa Provinsi Sumatera Barat semakin optimis dan giat memperkenalkan rendang

Harapan pak Gubernur yang disampaikan kepada bu Hilma Mengatakan Agar Rendang Minang Mendunia melalui perantau Minang yang tergabung dalam Minang Diaspora Network Global yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Dukungan Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat memperkenalkan Rendang ke seluruh dunia serta mendorong para pelaku UMKM Kuliner rendang, khususnya di daerah Sumatera Barat agar siap ekspor.

“Ingat Sumatera Barat, Ingat Rendang” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil dari Dinas Koperasi dan UMKM Sumatera Barat, melalui sapaan hangatnya di Universitas Negeri Padang.
Tidak hanya itu, Ibu Hilma juga menambahkan bahwa rendang pernah dinobatkan CNN sebagai makanan paling lezat di dunia. Pencapaian global tersebut didukung dengan adanya perantau Minang yang membantu ekspos rendang hingga ke mancanegara. Bahkan saat ini, Sumatera Barat berhasil ekspor bumbu rendang ke Jerman dan Norwegia.

“Prestasi tersebut perlu disertai kolaborasi, kerjasama dan sinergitas dari berbagai komunitas, organisasi maupun stakeholders”, tuturnya.

UMKM Sumatera Barat saat ini juga terus berinovasi dengan menciptakan varian rendang dari berbagai bahan maupun buah.

Hilma yakin dengan adanya inovasi dan kreatifitas maka rendang akan semakin disukai masyarakat lokal maupun global.

Akselerasi pengembangan ekspor rendang akan disinkronkam dengan program pembukaan warung makan Minang di luar negeri yang digagas Sekolah Ekspor bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat dan Universitas Negeri Padang serta berbagai pihak yang hadir pada Kampus Merdeka Fair. Kepala Sekolah Ekspor Dr Handito Joewono menantang mahasiswa yang ssdang mengikuti Program Kampus Merdeka di Sekolah Ekspor apakah berani dikirimkan berbulan-bulan ke luar negeri untuk menjalankan Rumah Makang Minang tersebut dan mendapat sambutan spontan kebersediaan para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi tersebut.

Bagi mahasiswa dan dan UKM, untuk menjadi eksportir masa kini sesuai prinsip Digital Exporter, dianjurkan beberapa langkah berikut:
1) Memantapkan niat menjadi eksportir baru dengan dukungan berbagi pengalaman dari eksportir berhasil atau tokoh yang punyq pengalaman mengekspor;
2) Memilih Produk Pertama yang ingin diekspor;
3) Memahami pasar global untuk produk yang dipilih;
4) Menyusun rencana bisnis ekspor;
5) Menyiapkan produk ekspor pertama;
6) Melakukan export digital marketing melalui e-catalog dll;
7) Melakukan export business matching secara online dan/atau online
8) Mendapat order ekspor dan memenuhinya
9) Melakukan perbaikan berkelanjutan

(Visited 6 times, 1 visits today)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »